Sunday, August 2, 2015

Kisah sahabat

Kisah Sahabat

بسم الله الرحمن الرحيم

Siapa tsa'labah ni ??


Harini kita nak bercerita tentang seorang sahabat Rasulullah SAW yg mulia yg bernama Tsa'labah Bin Abdurrahman radhiallahu anhu.

Tsa'labah bin Abdurrahman adalah salah sahabat yang juga seorang khadam kepada Nabi SAW.

Tsa'labah bin Abdurrahman adalah salah sahabat yang juga seorang pelayan Nabi SAW. Suatu ketika ia melewati rumah seorang wanita Anshar yang kebetulan pintunya terbuka. Spontan Tsa’labah memandang ke dalamnya, dan ternyata wanita Anshar tersebut tengah mandi. Sesaat ia terpesona melihat pemandangan tersebut, dan ketika sadar, ketakutan yang amat sangat menyelimutinya, takut dan malu jika Nabi SAW mengetahui perbuatannya, apalagi bila turun wahyu yang menjelaskan perbuatan maksiatnya. Karena itu ia lari dari kota Madinah dan bersembunyidi pegunungan antara Madinah dan Makkah.

Nabi SAW yang merasa kehilangan sahabat dan khadamnya tersebut. Baginda terus mencari-carinya dan bertanyakan kepada para sahabat lainnya, tetapi tiada sesiapa yang mengetahuinya. 
Setelah 40 hari berlalu Tsa'labah hilang, Malaikat Jibril datang kepada baginda SAW dan memberitahukan bahawa Tsa'labah berada di pergunungan antara Madinah dan Makkah. Maka Nabi SAW menyuruh Umar bin Khattab dan Salman al Farisi untuk mencari dan membawa Tsa'labah pulang ke Madinah.

Well . Tahu jelah kan. Umar yg terkenal dengan bengisnya tu..😅😅😅

Dua orang sahabat tersebut pergi ke tempat yang ditunjukkan Rasulullah SAW, tetapi ternyata tidak mudah untuk menemukan Tsa’labah.

Pada suatu malam, mereka bertemu seorang penggembala bernama Dzufafah, dan menanyakan keberadaan sahabat yang menghilang tersebut. Dzufafah berkata, "Mungkin yang kalian maksudkan, adalah pemuda yang ingin lari dari Neraka Jahanam??"

"Itulah orang yang kami cari…!!" Kata Umar dan Ammar serentak.

Dzufafah menghantar kedua sahabat tersebut ke tempat di mana Tsa'labah berada. Ketika telah bertemu, dan Umar menyampaikan salam Nabi SAW serta tugas yang diberikan kepada mereka, Tsa'labah berkata, "Apakah Rasulullah SAW mengetahui dosaku?"

"Aku tidak tahu," Kata Umar, "Tetapi beliau menyebut namamu dengan lirih dan sembunyi-sembunyi kemudian mengutusku dan Salman untuk menjemputmu…!!"

"Wahai Umar," Kata Tsa'labah, "Janganlah engkau pertemukan aku dengan Rasulullah SAW, kecuali saat beliau sedang solat, atau Bilal sedang mengucapkan : Qad iqamatish shalah!!"

“Baiklah!!” Kata Umar.


"Jika tengah malam menjelang, dia keluar dari kumpulan kami menuju ke atas bukit. Sambil meletakkan tangannya di kepala, ia menangis dan berkata, : Duhai, seandainya Engkau mencabut rohku di antara berbagai roh, jasadku di antara berbagai jasad, janganlah Engkau menelanjangiku di hari pengadilan Kiamat kelak...!!"

Mereka bertiga kembali ke Madinah. Setibanya di sana mereka langsung masuk masjid, saat itu Nabi SAW sedang solat. Begitu mendengar bacaan Nabi SAW dalam solat tersebut, Tsa'labah langsung pengsan. Berhari-hari lamanya Tsa’labah menahan kerinduan untuk mendengar dan menatap wajah yang penuh mulia tersebut, tetapi ia juga dilanda ketakutan dan kekhuatiran akan kemarahan Nabi SAW kerana perbuatan dosanya. Konflik perasaan yang begitu hebat mencapai puncaknya ketika ia melihat dan mendengar suara Nabi SAW secara langsung, sehingga ia jatuh pengsan.

Setelah mengucap salam menutup solatnya, Nabi SAW melihat keberadaan Umar dan Salman, dan keduanya membawa beliau kepada Tsa'labah yang sedang pengsan. Nabi SAW meletakkan kepalanya di pangkuan beliau dan beusaha menyadarkannya. Begitu ia sedar, beliau bersabda, "Apa yang membuatmu lari dariku, wahai Tsa'labah!!"

"Dosaku, ya Rasulullah," Kata Tsa'labah.

"Mahukah engkau kuajarkan suatu ayat yang boleh menghapuskan dosa dan kesalahan?" Kata Nabi SAW.

Tsa'labah mengiyakan, dan beliau bersabda, "Ucapkanlah : Allahumma rabbanaa aatinaa fid dunya hasanah, wa fil aakhirati hasanah, waqinaa adzaabannar."

"Ya Rasulullah, dosaku lebih besar daripada itu…!!"

"Tetapi Kalamullah pastilah lebih besar..." Kata Nabi SAW meyakinkannya.

Tsa'labah tidak menjawab lagi, walau mungkin ia belum yakin benar. Bukan karena ia tidak percaya dengan ucapan Rasulullah SAW, tetapi lebih karena ia merasa dosanya begitu besarnya, sehingga Allah tidak akan dengan mudah begitu saja mengampuni dosanya. Dalam beberapa riwayat lainnya disebutkan, Tsa’labah tidak hanya melihat, tetapi terjatuh dalam perzinahan dengan wanita tersebut. Melihat keadaannya itu, Nabi SAW menyuruhnya pulang ke rumahnya, tetapi sampai di rumahnya ia jatuh sakit.

Setelah tiga hari menderita sakit dan tidak bangkit dari tempat tidurnya, Salman melaporkan keadaan Tsa'labah kepada Nabi SAW. Beliau mengajaknya mengunjungi rumahnya, dan setibanya di sana, beliau meletakkan kepala Tsa'labah di pangkuan beliau, tetapi Tsa'labah menarik kepalanya. Nabi SAW berkata, "Mengapa engkau menarik kepalamu dari pangkuanku, ya Tsa'labah!!"

"Kerana penuh dosa, ya Rasulullah…!" Kata Tsa’labah.

"Apa yang engkau rasakan?"

"Ya Nabiyallah, aku merasa seperti ada semut-semut yang merayap di sekujur kulit dan tulangku!" Kata Tsa'labah.

"Apa yang engkau inginkan?" Tanya Nabi SAW.

"Ampunan Allah…!!"

Maka Nabi SAW memberikan pengajaran kepadanya tentang hakikat dosa dan taubat, tentang keluasan Rahmat Allah dan Maghfirah-Nya, tentang larangan berputus asa dari rahmat Allah, dan beberapa hal yang berkaitan dengan hal tersebut. Tampak jelas penyesalan di wajahnya, dan airmatanya tak henti mengalir. Tetapi tiba-tiba terbayang lagi satu dosa yang telah dilakukannya itu, Tsa’labah berteriak keras penuh ketakutan dan seketika meninggal dunia.

Nabi SAW mengajak beberapa sahabat mengurus jenazahnya, bahkan beliau sendiri yang memandikan dan mengkafaninya. Usai disolatkan, beliau ikut memikul jenazahnya ke kuburnya, tetapi beliau berjalan sambil berjingkit. Beberapa sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, kami melihat engkau berjalan berjingkit, ada apakah kiranya?"

Nabi SAW bersabda, "Aku hampir tidak dapat meletakkan kakiku di tanah kerana banyaknya malaikat yang ikut takziah dan mengiring jenazahnya…!"

Allah Allah. Allahumma solli 'ala sayyidina muhammad . Sahabat² . Lihat la tsa'labah. Rasai lah jiwanya yg penuh dengan ketakutan pada Rabb-Nya.

Hanya kerana terlihat aurat bukan mahramnya secara TIDAK SENGAJA , dia melarikan diri. takut akan dosanya . Takut dia akan diambil pulang ketika dia tak sempat bertaubat pada Allah.

Sedangkan Tsa'labah begitu takut akan dosanya. Sahabatku... selamilah jiwa Tsa'labah.

Lihatlah kita harini. Usahkan yg terlihat . Yg sengaja dilihat pun masih tak mendatangkan kesan dihati . Seolah-olah tiada apa² yg berlaku, ianya dipandang remeh .

Apakah mungkin dengan generasi kita harini, kita mampu membangun dan membina generasi seperti zaman Rasulullah?

Apa mungkin hati² yg dipenuhi titik hitam dosa ini mampu membawa gemilang kepada agama ?

Sahabat. Lihatlah. Betapa hancurnya anak bangsa, hancurnya saudara seagama .. dengan tipu daya syaitan.

Kita menidakkan yg haq . mengiyakan yg batil.

Usahkan mereka , lihatlah diri kita.

Tidak malukah kita pada Rasulullah yg sekian lama merindui kita? di mana agama di dalam diri dan hati kita?

Tidak takutkah kita dengan dosa yg menggunung tinggi ?. Allahu Allah.

No comments:

Post a Comment